Karatsu yang besar dengan Karatsu Castle dan perayaan Karatsu-Kunchi. Atau dengan Kashima, kota pantai yang terkenal dengan Gatalimpicnya. Bahkan dengan Arita yang terkenal dengan keramik terbaik yang ada di Jepang.
Yobuko memang kecil, tetapi bukan berarti kecil artinya bagi Saga. Di kota ini ada beberapa site yang cukup bisa diperhitungkan. Ada Nanatsugama, sebuah gua di atas permukaan laut yang terdiri dari tujuh gua. Ada Nagoya Ruin yang merupakan turunan dari Nagoya Castle. Ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang terbesar di pulau Kyushu. Di sini juga merupakan pusat produksi cumi-cumi yang menjadi sumber ekonomi bagi perfektur Saga.
Siang itu kami berangkat menuju Yobuko. Hujan dan gumpalan mendung menggantung di atas langit seluruh perfektur Saga. Tetapi itu tidak menyurutkan niat kami. Kami ingin merasakan sensansi makan cumi yang masih segar. Sashimi cumi yang sangat terkenal.
Sepanjang perjalanan, gerimis menemani putaran roda mobil kami yang berlari seadanya. Sesampai di Yobuko, sebuah pemandangan menakjubkan membentang di depan mata kami. Aliran sungai yang masuk ke laut membawa erosi yang berlimpah, membuat warna laut Yobuko yang biasanya biru menjadi coklat. Pelabuhan dengan kapal-kapal ikan dan cumi, serta kapal-kapal pesiar bagi mereka yang ingin menyaksikan alunan musik kota Yobuko yang tenang. Dan yang lebih memukau lagi, ada pelangi menggantung di atas langit mendung. Bayangannya jatuh di air coklat karena erosi.
Tidak ada perayaan khusus untuk datangnya pelangi. Pelangi itu datang begitu saja. Membentang di langit kota Yobuko. Melahirkan pesona tersendiri bagi yang memandangnya. Aku tak ingin kehilangannya. Segera kuarahkan lensaku untuk mengabadikan pelangi yang menjadi napas kota Yobuko. Warna-warnanya seolah sebuah isyarat bahwa kota ini tetap hidup meski laksaan erosi membanjiri, meski jutaan mendung menghalangi sang matahari.
pelangi menyibak mendung kegundahan
agar langkah tetap bertahan
bahwa hidup mesti dilanjutkan
bahwa mimpi mesti diwujudkan
kugambarkan pelangi untukmu kawan
lalu kita bergandengan
bernyanyi lagu angan dan kenangan
tanpa bertanya sampai kapan
Yobuko. Kota di bawah pelangi. Saatnya kami kembali ke Saga. Disini sudah kutuliskan sebuah sajak dengan satu harapan. Hadirkan selalu pelangi dalam langkah kami.
“Yobuko adalah tempat yang terkenal dengan produk cumi-cumi istimewa. Di sini bertebaran restoran cumi. Dan yang menarik semua masakannya menggunakan cumi sebagai bahan dasarnya, termasuk semua masakan yang ada disini.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar